
Tulungagung, 24 Mei 2025 – Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan (ITBKes) Muhammadiyah berhasil mengukir prestasi bersejarah. Empat dosen muda dari program studi Bioteknologi, Gizi, dan Biokewirausahaan berhasil menembus seleksi ketat Program Bina Inovasi Mahasiswa dan Akademisi (BIMA) 2025, sebuah program pemerintah untuk mendukung riset yang berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat dan industri.
Meski baru berdiri sejak 2022, ITBKes Muhammadiyah menunjukkan kapasitas riset luar biasa. Semua proposal Penelitian Dosen Pemula (PDP) yang diajukan oleh kampus ini berhasil lolos pendanaan — sebuah pencapaian yang diapresiasi tinggi oleh pimpinan kampus dan civitas akademika.
Salah satu riset unggulan adalah inovasi “Oat Fish Ready To Eat” karya Endah Rochmatika. Produk pangan siap santap ini menggabungkan gandum oat dan ikan lokal sebagai sumber protein berkualitas, menyasar peningkatan gizi di pedesaan Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini juga mengusung pendekatan kolaboratif berbasis kearifan lokal untuk membentuk pola konsumsi sehat di rumah tangga.
Dosen Gizi, R. Hilman Wirayudha, menciptakan terobosan dalam pencegahan stunting melalui MP-ASI berbentuk crackers dari tepung ikan dan daun kelor. Inovasi ini berpotensi menyasar jutaan balita Indonesia yang rentan kekurangan gizi, sekaligus menawarkan alternatif makanan pendamping ASI yang praktis dan bergizi.
Dua dosen Bioteknologi lainnya, Zunisnaini dan Agnes Yuantin Maharani, menaruh perhatian pada pencemaran lingkungan laut. Zunisnaini meneliti dampak mikroplastik di Pantai Sidem Tulungagung, sedangkan Agnes mendalami deteksi zat pencemar di Pantai Utara Probolinggo. Penelitian ini diharapkan menjadi pijakan solusi ilmiah bagi pelestarian ekosistem pesisir.
Rektor ITBKes Muhammadiyah, Dr. Benny Prasetiya, menyatakan, “Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kualitas sumber daya manusia kami. Kami bangga dosen kami mampu menjawab tantangan zaman lewat inovasi riset yang aplikatif dan berdampak luas.”
Pendanaan BIMA ini memberi ruang yang lebih luas bagi dosen untuk melaksanakan riset dengan mitra lokal, memastikan hasilnya bermanfaat nyata bagi masyarakat dan meningkatkan reputasi ITBKes sebagai institusi pendidikan tinggi berbasis riset dan inovasi.
Lebih dari sekadar pendanaan, pencapaian ini adalah cerminan semangat ITBKes Muhammadiyah dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan riil masyarakat. Inovasi yang dihasilkan tidak hanya berdimensi akademis, tapi juga menyentuh aspek sosial dan ekonomi masyarakat luas, terutama di wilayah pedesaan dan pesisir yang menjadi fokus penelitian. Ini memperlihatkan bagaimana kampus muda ini mampu menjadi agen perubahan yang berperan aktif dalam pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Selain itu, keberhasilan ini memacu semangat kolaborasi lintas disiplin ilmu yang kuat di lingkungan ITBKes. Pendekatan riset yang menggabungkan bioteknologi, gizi, dan kewirausahaan membuka jalan bagi solusi inovatif yang komprehensif, mulai dari produksi pangan bergizi hingga penanganan masalah lingkungan kritis seperti pencemaran mikroplastik. Dengan dukungan program seperti BIMA, para dosen dan mahasiswa diberi peluang emas untuk mengembangkan potensi terbaiknya, sekaligus memperkuat peran kampus sebagai pusat inovasi yang berdampak nyata bagi bangsa dan dunia.
Ke depan, ITBKes Muhammadiyah berharap capaian ini memicu semangat riset dan kolaborasi yang lebih besar di kalangan sivitas akademika, demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.